Sejarah Panjang Maluku sebagai Poros Rempah Dunia
AMBON, LELEMUKU.COM – Provinsi Maluku yang terletak di bagian selatan Kepulauan Maluku dengan ibu kota di Kota Ambon, memiliki sejarah panjang sebagai poros perdagangan rempah dunia. Sejak abad ke-7, cengkih dan pala dari Maluku telah diperdagangkan hingga ke Eropa, Tiongkok, Arab, dan Persia. Kekayaan rempah inilah yang menarik bangsa-bangsa Eropa datang dan akhirnya menguasai Maluku, dimulai oleh Portugis hingga terakhir Hindia Belanda.
Pada masa kejayaannya, Maluku diperebutkan oleh empat kerajaan besar Maluku Utara, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo yang telah ada sejak abad ke-13. Persaingan antara Kesultanan Ternate dengan aliansi Uli Lima dan Kesultanan Tidore dengan Uli Siwa menciptakan dinamika politik yang rumit di kawasan ini. Kehadiran bangsa Eropa semakin memperkeruh suasana karena memanfaatkan persaingan lokal untuk kepentingan monopoli dagang.
Setelah masa penjajahan, Maluku tetap dipertahankan seutuhnya sebagai provinsi sebelum Maluku Utara dimekarkan menjadi provinsi sendiri pada 4 Oktober 1999. Saat ini Maluku dipimpin Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang dilantik pada 20 Februari 2025. Provinsi ini terus menjaga warisan sejarah dan budayanya sebagai The Spice Island yang mendunia. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.